Konsepsi Islamisasi di Era Digitalisasi
- Oct
- 08
- Posted by STAIINDO
- Posted in Artikel, Corat Coret
- off

Kolom Melamun, Jakarta Oktober 2019– Mencoba merangkum keluhan-keluhan yang dirasakan mahasiswa mengenai permasalahan penelitian yang berkaitan dengan pembangunan konsep pendidikan. Tuntutan zaman mendorong generasi muda untuk menghasilkan program-program yang menginisiasi semua pihak. Baik dikalangan internal mahasiswa juga masyarakat umum. Menangkis/mencegah pergerakan ‘Kaum Separatis’ (golongan yang sengaja ingin merusak persatuan dan keutuhan).
Merealisasikan pemahaman Konsepsi Islamisasi di Era Digitalisasi. Supaya generasi muda terjaga dan terpelihara rasa cintanya terhadap tanah air. Berpartisipasi dalam bidang keilmuan. Menanam dan menyebar benih cinta kebangsaan. Mahasiswa seyogyanya menjadi semacam “anti virus” kampus, membersihkan jika ada file-file indikasi radikalisme, sekularisme, kapitalisme, separatisme dan lain sebagainya, yang serba ber-isme itu. Istilah-istilah yang sampai kini membingungkan, tidak jelas juntrungannya namun selalu memikat untuk di debat. Padahal, pendahulu sudah merangkai ungkapan “Cinta Tanah Air” dan terpatri hingga di sanubari.Selayaknya menjadi jargon mahasiswa, Nasionalisme Is Me. Wallahu A’lam.
Di era digitalisasi kini, harusnya ulasan, bahasan, ungkapan cinta tanah air memenuhi kanal di sosial media, siapa tahu menjadi Trending topik. Agar pemahaman yang serba isme-isme itu, tidak semakin menyerang dan menyasar pemikiran para generasi masa depan. Spirit moderasi dan cinta kebangsaan diunggah kembali di lingkungan kampus dan di berbagai tempat. Memberi rangsangan keilmuan agar menjadi agresif dalam mengambil langkah. Memelihara orisinalitas idealisme khas mahasiswa, biar tidak terkesan ada pengekangan kebebasan dalam memberikan pandangan dan kritikan.
“Bergerak bersama, karena ini adalah tugas mulia bersama, agar generasi muda tidak tergelincir, terjebak dalam ruang pemahaman yang rancu dan bisa memicu perpisahan (separatis) dalam proses perjalanan menempuh pendidikan di manapun.
Jakarta, 7 Oktober 2019.
AMR
Categories
Archives
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- November 2023
- September 2022
- August 2022
- November 2021
- October 2021
- September 2021
- August 2021
- July 2021
- June 2021
- May 2021
- April 2021
- March 2021
- January 2021
- December 2020
- November 2020
- October 2020
- September 2020
- August 2020
- July 2020
- June 2020
- May 2020
- April 2020
- March 2020
- January 2020
- December 2019
- November 2019
- October 2019
- September 2019
- July 2019
