Hubungi Kami : 021 8661 5393, WA : +62 814-1350-4543

Konsepsi Islamisasi di Era Digitalisasi

Kolom Melamun, Jakarta Oktober 2019– Mencoba merangkum keluhan-keluhan yang dirasakan mahasiswa mengenai permasalahan penelitian yang berkaitan dengan pembangunan konsep pendidikan. Tuntutan zaman mendorong generasi muda untuk menghasilkan program-program yang menginisiasi semua pihak. Baik dikalangan internal mahasiswa juga masyarakat umum. Menangkis/mencegah pergerakan ‘Kaum Separatis’ (golongan yang sengaja ingin merusak persatuan dan keutuhan).

Merealisasikan pemahaman Konsepsi Islamisasi di Era Digitalisasi. Supaya generasi muda terjaga dan terpelihara rasa cintanya terhadap tanah air. Berpartisipasi dalam bidang keilmuan. Menanam dan menyebar benih cinta kebangsaan. Mahasiswa seyogyanya menjadi semacam “anti virus” kampus, membersihkan jika ada file-file indikasi radikalisme, sekularisme, kapitalisme, separatisme dan lain sebagainya, yang serba ber-isme itu. Istilah-istilah yang sampai kini membingungkan, tidak jelas juntrungannya namun selalu memikat untuk di debat. Padahal, pendahulu sudah merangkai ungkapan “Cinta Tanah Air” dan terpatri hingga di sanubari.Selayaknya menjadi jargon mahasiswa, Nasionalisme Is Me. Wallahu A’lam.

Di era digitalisasi kini, harusnya ulasan, bahasan, ungkapan cinta tanah air memenuhi kanal di sosial media, siapa tahu menjadi Trending topik. Agar pemahaman yang serba isme-isme itu, tidak semakin menyerang dan menyasar pemikiran para generasi masa depan. Spirit moderasi dan cinta kebangsaan diunggah kembali di lingkungan kampus dan di berbagai tempat. Memberi rangsangan keilmuan agar menjadi agresif dalam mengambil langkah. Memelihara orisinalitas idealisme khas mahasiswa, biar tidak terkesan ada pengekangan kebebasan dalam memberikan pandangan dan kritikan.

“Bergerak bersama, karena ini adalah tugas mulia bersama, agar generasi muda tidak tergelincir, terjebak dalam ruang pemahaman yang rancu dan bisa memicu perpisahan (separatis) dalam proses perjalanan menempuh pendidikan di manapun.

Jakarta, 7 Oktober 2019.

AMR

Print Friendly, PDF & Email
Translate »
error: Content is protected !!