Degradasi Industri Generasi Masa Kini

Kolom Corat-Coret- Jakarta, Oktober 2019.

Keterbatasan menjadi kekuatan. Tiada senioritas dalam berkreativitas, bersikap fleksibelitas dalam menggapai kualitas, serta efektif dalam menerapkan keilmuan di berbagai aspek. Generasi di Era Industri 4.0 ialah generasi yang sangat akrab dengan teknologi (digital). Permintaan yang serba cepat dalam segala segi ruang pergaulan mereka, memang sudah menjadi style tersendiri bagi generasi era industri 4.0 yang tak terbantahkan.

Pembaharuan dalam segala bidang memang menjadi menu tantangan baru yang mengasyikkan untuk ditelusuri dan dipelajari. Kemampuan pribadi dalam beradaptasi di segala situasi, juga dituntut lihai menerjemahkan job desk (pekerjaan) yang tak hanya kita gemari. Era Industri 4.0 menjadi gerakan masiv yang menularkan prilaku “Inovative Progressif“. Generasi Milenial yang cerdas dalam mencetak produk-produk digital, dari urusan perekonomian hingga peradaban keilmuan. Menumbuhkembangkan keselarasan dalam metode mendidik para generasi masa depan. Terjadi degradasi industri pada generasi masa kini, yang memberi efek signifikan dalam kemajuan-kemajuan. Namun tetap dalam koridor yang sesuai dengan aturan yang ada. Generasi milenial semestinya lebih cekatan dalam menangkap “sinyal” yang dapat menyambungkan keterbatasan informasi pengetahuan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Sehingga generasi milenial lebih berani berkarya, dengan mengkolaborasikan teknologi dengan ide-ide yang Inovativ Progressif. “Yang Muda, Yang Berkarya. Melahirkan Esensi, Bukan Mengejar Sensasi.”

Jakarta, Oktober 2019
AMR.

Print Friendly, PDF & Email
Translate »
error: Content is protected !!