Syair, Syiar dan Share

Retorika Rasa Tanpa Bersuara

Kolom Corat-coret, Jakarta-BANYAK perhatian disimpan. Ditunda atau sengaja tidak disampaikan. Banyak rasa dianggap hilang. Ditunda atau sengaja tidak disampaikan. Ada sebagian hal dalam hidup yang memang mesti dijaga, biar terpelihara. Dan ada pula sebagian hal mesti disimpan baik-baik, biar tak terusik. Sungguh tidak mudah menyampaikan hal-hal basic di saat jaman sudah serba mudah dan advance seperti sekarang. Kalaupun dipaksakan bisa-bisa timbul komentar miring.

                Serasa di era kini, hidup banyak kecewanya dan sibuk salahkan semesta akan harinya. Ketika hati menaruh harap dan asa bukan pada yang Kuasa. Keras memaksa seakan jawaban terbaik dalam pikirnya. Lalu, bagaimana?.

Ada ranah yang bisa menerima nalar dan logika, ialah ketika kita bersimpuh lara di atas sajadah. Do’a menjadi semacam kumpulan syair mahabbah tentang Retorika Rasa Tanpa Bersuara. Maka berdoalah.

“Waqala rabbukum ud’uni astajib lakum,” (Dan berkatalah Tuhanmu; Berdoalah kamu kepada-Ku pasti akan mengabulkannya) Surah Ghafir : 60.

Syair, Syiar dan Share.

Wallahu A’lam

Dhani/Pewarta STAIINDO JAKARTA.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
error: Content is protected !!
Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia