LESTARIKAN TRADISI SILATURAHMI

Gus Baha Ulama di Era Muslim ­­­­­Milenial.

Nama Gus Baha (KH. Bahauddin Nursalim) yang belakangan ini sosoknya sliwar-sliwer di tengah maraknya ustadz-ustadz yang hanya sekedar menginginkan popularitas di ranah sosial media. Bahkan sering sekali dijadikan bahan perbincangan di tongkrongan kaum milenial di Jakarta, khususnya. Gus Baha menyajikan wajah Islam Yang Ramah dalam mengurai permasalahan kekinian. Beliau juga merupakan Putra dari tokoh ulama kultural khas pondok pesantren yakni; KH. Nursalim Pengasuh Pondok Pesantren LP3IA  di wilayah Rembang dan sekitar. Tepatnya dari Narukan, Kragan Kab. Rembang – Jawa Tengah. Dan kini Gus Baha- lah yang membina langsung para santri di pondok pesantren tersebut.

LESTARIKAN TRADISI SILATURAHMI

Gus Baha juga seorang santri asuhan ulama kharismatik (Alm) KH. Maimoen Zubair, “Mbah Moen”, Sarang – Rembang. Pondok Pesantren Al- Anwar Karangmangu. Dalam rangka “Lestarikan Tradisi Silaturahmi.” Pak Sofie, (baca: Nada Sofie) bersama rekan-rekan karibnya mengunjungi Gus Baha (KH. Bahauddin Nursalim), pada 05 September 2020.

Gus Baha senantiasa menampilkan diskusi keagamaan dengan gaya bahasa santai, sesekali disisipi gurauan dan guyonan (lelucon dalam bahasa : Jawa) kepada para jamaah offline ataupun online (Channel Youtube). Kultural klasikal khas pesantren yang berpadu dengan perkembangan teknologi di era serba virtual dan viral. Kalangan kaum muslim milenial begitu mengidolakan figur Gus Baha. Penampiannya sangat nyentrik dan khas, sarungan, kopiah hitam dan ujung rambut sedikit keluar, “Santri banget!

Eouforia para muslim muda milenial membawa dampak positif bagi perkembangan pengetahuan agama di era kekinian. Dakwah Digital “Islam Yang Ramah” tumbuh-kembang dengan sangat cepat dan pesat. Bahkan beberapa kutipan beliau (Gus Baha) menyemai dibelbagai postingan platform medsos populer ; Facebook atau Instagram.

Kutipan Gus Baha, KH. Bahauddin Nursalim.

Ramdhani/PEWARTA STAIINDO JAKARTA.

September 2020.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
error: Content is protected !!