Bermimpi dengan Cita-cita Tinggi

(Audiensi mahasiswa Ahwal al-Syakhshiyah STAIINDO Jakarta dengan Pendiri KHI)

26-03-2021 / Ahmad Mustaghfirin

(STAIINDO Jakarta) Iqro’, begitulah kira-kira inti perbincangan dengan pak Adin, founder KHI (Kantor Hukum Indonesia) di sore hari. Suasana santai di auditorium gedung SOHO Jakarta Selatan, kantor KHI berada, dalam rangka audiensi mahasiswa prodi AS dengan pendiri KHI dan anggotanya.

Dalam pertemuan ini, turut hadir sekaligus mendampingi para mahasiswa AS yaitu wakil ketua bidang Akademik & Kemahasiswaan, Ahmad Mustaghfirin, M.Pd.I, wakil ketua bidang kerjasama, Burhanul Muttaqin, M.Pd, Kabag. Umum, Nada Shofi, SE, Wakoor. Prodi AS, Harry Pribadi Garfes, S.H.I., M.H, Kasubag. IT & Humas, Setyadi Abdulloh, S.T, Kasubag. Akademik & Kemahasiswaan, Aminullah Haris, S.Sos, dan perwakilan dari Markom STAIINDO, Lutfi Faridil Aftros, S.Pd.I.

Suasana ceria dan penyambutan hangat nan ramah dari para advokat menambah suasana makin bersahabat dalam menyambut kedatangan kami, para Pimpinan dan mahasiswa Ahwal al-Syakhshiyah (AS) STAIINDO Jakarta. Acara ini dipandu langsung oleh wakil koordinator program studi Ahwal al-Syakhshiyah STAIINDO, yaitu bapak Harry Pribadi Garfes, S.H.I., MH.

Dalam pertemuan yang santai ini, lebih banyak membicarakan seputar posisi dan peranan lulusan prodi AS, khususnya lulusan Prodi AS STAIINDO Jakarta. Menurut pak Adin, sebagai lulusan prodi AS, setidaknya lulusannya selangkah lebih di depan dalam penguasaan hukum, yaitu hukum positif dan hukum Islam. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa AS harus pede dan berani dalam menapak masa depan. Karena lulusan hukum pada fakultas hukum konvensional hanya (lebih banyak) mendapatkan ilmu hukum positif. Sedangkan lulusan prodi AS, mahasiswanya mempelajari hukum positif dan hukum Islam.

Sebagai mahasiswa program studi Ahwal al-Syakhsiyah, “Jangan tinggalkan sholat, dan rajin membaca” pesan pendiri KHI dalam arahannya kepada para mahasiswa. Satu lagi yang menarik dan yang tidak luput dari pesan beliau, ketika berhasil, jangan lupakan almamater dan jangan lupakan pula para dosen dan pimpinanmu yang telah berupaya dalam proses pendidikan kalian di STAIINDO Jakarta, ujar pak Adin.

Bacaan wajib yang harus terus dibaca selain Al-Qur’an, Hadits, Ijma’ dan Qiyas adalah hukum pidana, hukum perdata (KUHP dan KUHAP). Jangan merasa puas dalam membaca karena hukum di dunia bersifat relatif. Namun, sebagai mahasiswa Muslim, jangan lupakan dzikir dan berdoa karena apa yang dilakukan manusia di dunia ini sifatnya berusaha, imbuh pak Adin.

Dalam pertemuan ini, mahasiswa tergugah hatinya bahwa lulusan sarjana Islam tidak perlu berkecil hati kalau mereka lulusan dari perguruan tinggi Islam, atau minder ketika berhadapan dengan lulusan hukum konvensional, sebagaimana yang tergambar dalam raut wajah saudara Kahfi, Andry, Doni, yang dalam audiensi ini melontarkan beberapa pertanyaan sekaligus mewakili mahasiswa AS STAIINDO Jakarta. Semangat mereka membara, bahwa lulusan prodi AS masa depan nya tidak perlu diragukan dan kesempatan berkiprah di dunia keadvokatan terbuka lebar. [abdi dalem]

#Salam prodi AS STAIINDO Jakarta

Print Friendly, PDF & Email
Translate »
error: Content is protected !!
Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia