“Tasawuf dan Kebahagiaan Haqiqi”
- Sep
- 16
- Posted by STAIINDO
- Posted in Artikel, Berita, Kegiatan, Komunikasi Penyiaran Islam
- off
(Syekh Muhammad Fathurrahman, M.Ag Bersama Mahasiswa STAI Indonesia Jakarta)
TVRI dalam TAUSIYAH SERAMBI ISLAMI
STAIINDO Jakarta – Rabu, 15 September 2021, adalah moment dimana mahasiswa STAI Indonesia Jakarta (STAIINDO) dapat bertemu langsung dengan Mursyid Thariqah. Moment ini adalah untuk mengikuti acara “Tausiyah Serambi Islami” di Stasiun TVRI (yang tetap menerapkan protokol kesehatan karena masih dalam masa PPKM). Mahasiswa STAIINDO yang mengikuti acara tausiah terdiri dari berbagai program studi yang ada di lingkungan Staiindo Jakarta, baik mahasiswa PAI, AS, KPI dan PbS. Sebagai narasumber dalam acara tausiah adalah Syekh Muhammad Faturrahman M.Ag (Mursyid Thariqah Idrisiyyah) dan Ustad Hilman Fauzi, S.E.I., M.Esy. Dalam acara tausiyah yang berlangsung dari pukul 08.00–11.00 wib, ada dua sesi dengan dua tema yang disampaikan oleh narasumber, yaitu sesi pertama dengan tema “Tasawuf dan Kebahagiaan Haqiqi”. Sedangkan sesi kedua yaitu dengan tema “Keajaiban Hati”.
Sesi pertama, Syekh Faturrahman membahas dan mengupas tasawuf dan kebahagiaan haqiqi dengan bintang tamu Bhra Eka Gunapria sebagai pengusaha. Dalam pembahasannya, Syekh Fathurrahman menjelaskan bahwa “segala sesuatu yang kita miliki dalam bentuk apapun itu adalah titipan dari Allah”. Penjelasan beliau sangat lugas dan jelas, yang sejalan dengan arti sebuah keikhlasan dan tawakkal. Hal ini, dapat menjadi pengingat bagi kita semua sebagai hamba Allah SWT, yang kelak pasti akan kembali kehadapan sang pencipta alam semesta, Robbul Jalal. Pemaparan beliau tentang tasawwuf sangat mudah diterima, baik oleh kalangan awam maupun akademisi. Dengan tasawuf, akan memberikan kebahagiaan yang haqiqi. Sebagai penutup dari sesi pertama, “Jangan merasa memiliki karena semuanya hanya titipan dan akan Kembali pada-Nya bahkan termasuk diri kita sendiri” (ucap beliau).
Setelah sesi pertama selesai, tausiah serambi Islami dilanjutkan dengan tema kedua. Tema kedua membahas tentang Keajaiban Hati. Dalam pembahasan tema kedua, Syekh Fathurrahman menyampaikan bahwa, hati adalah tempat Allah melihat sesuatu yang jika kita berkhianat atau menyembunyikan sesuatu, Allah bisa melihat itu. Lahiriyah yang baik berasal dari hati yang baik, begitupun sebaliknya. Supaya kita merasa dekat dengan Allah, merasa ditatap oleh Allah. Maka dari itu, “hati dan hubungan kita dengan Allah harus diperbaiki” (kata Syekh Fathurrahman).
Generasi muda di era milenial, sudah sepantasnya harus mempelajari ilmu tasawuf, agar terhindar dari penyakit hati dan menemukan kebahagiaan yang haqiqi. Mengingat, ujian dan godaan masa sekarang ini, datang dari berbagai sisi. Kita sebagai generasi penerus harus mampu menjaga diri, jika masa depan anak-anak kita ingin selamat dan terhindar dari godaan duniawi. Melalui Tasawuf, manusia dibimbing untuk menjadi pribadi yang cerdas, baik secara akal maupun spiritual. Dalam Tasawuf, akan mempelajari tentang seluk beluk hati manusia, yaitu dengan Tazkiyatun Nafs (Pembersihan Hati). Di dalam tubuh manusia terdapat dua elemen yaitu ruh dan jasmani, kedua elemen tersebut harus saling bersinergi agar hati dan fikiran kita selalu berjalan dijalan Allah SWT. (BEM STAIINDO).
Categories
- Artikel
- Berita
- Betawi Corner
- Info Akademik
- Kegiatan
- Materi Kuliah
- PODCAST STAIINDO
- Promosi
- Uncategorized
Archives
- December 2024
- November 2023
- September 2022
- August 2022
- November 2021
- October 2021
- September 2021
- August 2021
- July 2021
- June 2021
- May 2021
- April 2021
- March 2021
- January 2021
- December 2020
- November 2020
- October 2020
- September 2020
- August 2020
- July 2020
- June 2020
- May 2020
- April 2020
- March 2020
- January 2020
- December 2019
- November 2019
- October 2019
- September 2019
- July 2019
- February 2018