Syair, Syiar dan Share
- Apr
- 14

Retorika Rasa Tanpa Bersuara
Kolom Corat-coret, Jakarta-BANYAK perhatian disimpan. Ditunda atau sengaja tidak disampaikan. Banyak rasa dianggap hilang. Ditunda atau sengaja tidak disampaikan. Ada sebagian hal dalam hidup yang memang mesti dijaga, biar terpelihara. Dan ada pula sebagian hal mesti disimpan baik-baik, biar tak terusik. Sungguh tidak mudah menyampaikan hal-hal basic di saat jaman sudah serba mudah dan advance seperti sekarang. Kalaupun dipaksakan bisa-bisa timbul komentar miring.
Serasa di era kini, hidup banyak kecewanya dan sibuk salahkan semesta akan harinya. Ketika hati menaruh harap dan asa bukan pada yang Kuasa. Keras memaksa seakan jawaban terbaik dalam pikirnya. Lalu, bagaimana?.
Ada ranah yang bisa menerima nalar dan logika, ialah ketika kita bersimpuh lara di atas sajadah. Do’a menjadi semacam kumpulan syair mahabbah tentang Retorika Rasa Tanpa Bersuara. Maka berdoalah.
“Waqala rabbukum ud’uni astajib lakum,” (Dan berkatalah Tuhanmu; Berdoalah kamu kepada-Ku pasti akan mengabulkannya) Surah Ghafir : 60.
Syair, Syiar dan Share.
Wallahu A’lam
Dhani/Pewarta STAIINDO JAKARTA.
Categories
Archives
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- November 2023
- September 2022
- August 2022
- November 2021
- October 2021
- September 2021
- August 2021
- July 2021
- June 2021
- May 2021
- April 2021
- March 2021
- January 2021
- December 2020
- November 2020
- October 2020
- September 2020
- August 2020
- July 2020
- June 2020
- May 2020
- April 2020
- March 2020
- January 2020
- December 2019
- November 2019
- October 2019
- September 2019
- July 2019
