Hubungi Kami : 0814 1350 4543

Makna Puasa

Makna Puasa :

Tazkiyatun Nafs dan Jasad

Oleh : Syamsuddin Arif

P uasa adalah ritual klasik yang terdapat pada semua agama wahyu. Inilah yang disitir dalam firman Allah ; kama’ kutiba ‘ala lladzina min qablikum (QS 2: 183), sebagaimana diinstrukiskan kepada umat-umat para nabi zaman dahulu –yang semuanya beragama Islam jua.

            Kendati bagaimana persisnya cara mereka berpuasa hanya dapat diduga-duga, mungkin begini dan mungkin begitu, yang jelas syariat Nabi Muhammad saw telah menganulir sekaligus mengintrodusir bentuk final tata tertib puasa bagi kaum beriman (alladzina amanu) seperti kita semua. Artinya, cara berpuasa yang tidak sejalan atau berbeda dengan regulasi yang ditetapkan dalam syariat Islam (yakni preskripsi al-Qur’an dan tradisi Rasulullah) dianggap nihil.

            Ditilik dari sudut semantik, lafaz ‘shiyyam’ yang dipakai al-Qur’an untuk ‘puasa’ asalnya mengandung arti bertahan atau menahan diri, dari kata kerja reflexif : “shama-yashimu.” Namun, dalam konteks syariat Islam, puasa (shiyam) yang dimaksud ialah menahan diri dari makan-minum dan kegiatan seksual sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan niat ibadah kepada Allah tentunya.

            Khusus di bulan suci Ramdhan, puasa merupakan kemestian perorangan (fardhu ‘ayn) setiap individu yang berakal dan tumbuh dewasa, dengan beberapa pengecualian yang diuraikan detailnya dalam buku-buku fikih. Di luar bulan suci Ramdhan kaum Muslim juga dibolehkan dan dianjurkan berpuasa secara suka rela (tathawwu’) berdasarkan petunjuk

*Dimuat di Koran Republika edisi 19 Juli 2012, sisipan Islamia.

Rasulullah saw, disamping puasa denda dan kompensasi (qadha’) sesuai dengan aturan yang berlaku.

Multifungsi Puasa

            Seperti halnya yang lain, puasa adalah ibadah multifungsi dan multidimensi. Yang pertama boleh kita namakan fungsi konfirmatif.  Jangan mengaku orang Islam dan beriman kalau tidak puasa di bulan suci Ramadhan tanpa alasan yang dibenarkan. Berpuasa merupakan bukti pengukuh keislaman dan keimanan anda.

            Kedua, fungsi purifikatif. Orang yang berpuasa sesungguhnya mensucikan dirinya. Puasa adalah instrumen pembersih kotoran-kotoran jiwa, seperti halnya shalat. Orang yang berpuasa tidak hanya menolak yang haram dan menjauhi yang belum tentu- halal dan belum tentu haram. Jangankan yang syubhat dan yang haram, sedangkan jelas halal pun tak dijamahnya.

            Puasa berfungsi mematahkan dua syahwat sekaligus: yakni syahwat perut dan syahwat kemaluan. Demikian kata Imam ar-Razi dalam kitab tafsirnya (Mafath al-Ghayb, cetakan Darul Fikr Lebanon 1426/2005, juz 4, jilid 2, hlm. 68). Syah Waliyyulah ad-Dihlawi menambahkan : puasa itu ibarat tiryaq penawar bagi racun-racun syaitan, semacam detoxifikasi spiritual.

            Dengan puasa anda memukul naluri kebinatangan (al-bahimiyyah) yang mungkin selama ini menguasai diri anda. Puasa sejati melumpuhkan syaitan dan membuka gerbang malakut (Hujjahtullah al-Balighah, cetakan Kairo 1355 H, juz 1, hlm. 48-50).

            Itulah sebabnya mengapa dalam suatu riwayat disebutkan bahwa mereka yang berhasil menamatkan puasa sebulan Ramadhan disertai iman dan pengharapan bakal dihapus dosa-dosanya sehingga kembali suci fitri bagikan bayi baru dilahirkan dari rahim ibunya.

            Ketiga, fungsi iluminatif. Para awliya’ dan orang-orang shaleh diketahui amat suka berpuasa karena, seperti ditururkan oleh Syekh Abdul Wahhab as-Sya’rani dalam kitabnya, mereka justru memperoleh pencerahan batin (ghayat an-nuraniyyah) dan peneguhan rohani serta berbagai kebajikan berlimpah tatkala mereka berpuasa (Tanbih al-Mughatarrin), cetakan Damaskus hl. 55).

***

            Puasa menaikkan status mereka ke derajat malaikat yang penuh taat dan hampa maksiat. Hasilnya semakin dekat mereka kepada Allah, sumber hakiki segala ilmu dan hikmah manusia. Puasa menjernihkan ruang komunikasi spiritual antara alam nasut dengan alam malakut. Di saat berpuasa, sinyal-sinyal makrifat akan lebih jelas, lebih mudah dan lebih banyak dapat ditangkap.

            Keempat, fungsi preservatif. Selain mensucikan jiwa dan mencerahkan nurani, ibadah puasa juga berdampak positif terhadap kesehatan tubuh kita. Sebuah hadis yang disandarkan kepada Rasulullah saw menyatakan: “Berpuasalah, niscaya anda sehat” (shumu, tashihhu), riwayat Imam at-Thabarani dari Abi Hurayrah r.a. dan Ibn ‘Adiyy dari Sayyidina Ali dan Ibn ‘Abbas r.a.

            Meskipun jalur transmisi hadis masih diperdebatkan, kebenaran matan  atau isinya sudah banyak dibuktikan secara medis. Kalau kita makan tiga kali sehari maka rata-rata tiap 8 jam lambung kita mendapat tugas baru. Padahal makanan ditampung dan dicerna oleh lambung selama 4 jam, diolah sampai diserap oleh usus selama 4 jam.

            Ini berarti perut kita terus-menerus bekerja tanpa istirahat sama sekali. Nah, puasa memberikan interval waktu bagi organ-organ pencernaan tersebut untuk merenovasi sel-sel yang rusak dan memberikan kesempatan energi tubuh memenuhi kebutuhan organ-organ lainnya.

            Benarlah sabda Rasulullah saw : “Segala sesuatu ada zakatnya, Zakatnya tubuh adalah puasa (li-kulli syay’in zakah, wa zakatul jasad as-shawmu)”, hadis riwayat Imam Ibn Majah dari Abi Hurayrah r.a. (no. 1745). Bukankah zakat itu makna dasarnya bersih dan tumbuh, sehingga puasa berarti tazkiyatun nafs plus tazkiyatul jasad.

            Penelitian mutakhir Hari Basuki dan Dwi Prijatmoko (2005) dari FKG Universitas Jember menyimpulkan bahwa puasa selama Ramadhan dapat menurunkan risiko kardiovaskuler melalui perubahan komposisi tubuh, tekanan darah dan plasma kolesterol. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari puasa walaupun di musim panas yang waktu siangnya lebih panjang dari waktu malam, seperti di Eropa atau Australia.

            Sebagaimana ditegaskan A.J. Carlson, Profesor Fisiologi di Universitas Chicago Amerika Serikat, seorang manusia normal yang sehat bisa bertahan hidup 50 hingga 75 hari tanpa makanan, asalkan tidak terkena unsur-unsur toksik dan atau tekanan emosi. Cadangan lemak dalam tubuh manusia diyakini lebih dari cukup untuk memberinya tenaga untuk bekerja selama beberapa minggu.

            Di atas itu semua, puasa berfungsi mengubah. Ya puasa merupakan ibadah transformatif.  Puasa seperti disyariatkan oleh agama dapat mengubah diri anda menjadi orang bertaqwa. La’allakum tattaqun, firman Allah dalam kitab suci al-Qur’an (2: 183). Kalau latihan militer bisa mengubah seseorang yang asalnya lemah lembut lagi penuh kasih sayang menjadi keras dan bengis tak mengenal belas kasihan, maka latihan Ramadhan dapat mengubah seseorang yang tadinya fasiq (banyak melanggar hukum Allah) atau munafiq menjadi shaleh dan bertaqwa kepada Allah.

            Dan ini logis kalau kita ingat bahwa puasa itu merupakan ibadah rahasia, bukan ibadah publik yang dapat disaksikan oleh orang lain seperti halnya, sholat, zakat, dan haji. Hanya Allah dan kita sendiri sebagai pelakunya yang mengetahui apakah kita berpuasa ataukah tidak.

            Dampak transformatif ini juga terkait dengan kecerdasan emosi. Daniel J. Goleman (1995) mengutip penelitian seorang psikolog terhadap sejumlah anak-anak TK usia 4 tahun. Anak-anak ini dipanggil satu per satu oleh guru mereka ke dalam sebuah ruangan dan disuguhkan sepotong kue lezat di atas meja. Sang guru berkata ; “Bu Guru akan keluar sebentar dan kamu boleh makan kue ini, tetapi kalau kamu tunggu beberapa menit sampai Bu Guru datang, kamu akan dapat dua (ditambah sepotong lagi).”

            Empat belas tahun kemudian, setamatnya mereka dari sekolah menengah, anak-anak yang dulunya langsung makan kue tersebut ditemukan rendah prestasinya, labil emosinya, cenderung suka bertengkar dan sulit mencapai target yang dikehendaki, sementara mereka yang sabar menunggu sampai Bu Guru datang dan karenanya mendapatkan imbalan dua potong kue, ditemukan lebih baik prestasinya, mempunyai emosi yang stabil, lebih berdikari dan mampu mengendalikan diri dalam keadaan tertekan sekalipun. Begitu pula orang seperti Imam as-Syafi’i dan para ilmuan hebat lainnya sukses dalam karirnya berkat banyak berpuasa.

***

Multidimensi Puasa

            Dalam salah satu kitabnya yang terkenal, Imam al-Ghazali menguraikan beberapa dimensi puasa yang baik diketahui jika kita menghendaki hasil optimal sebagaimana tersebut di atas, dan bukan sekedar hasil minimal yaitu gugurnya kewajiban dan tetapnya identitas diri sebagai mukmin-muslim. Menurutnya, ada tiga dimensi puasa.

            Pertama, dimensi eksoterik, dimana anda menahan diri dari makan-minum dan kegiatan seksual. Beliau menyebutnya shawm al-bathn wa l’farj. Dimensi ini penting karena menjadi syarat minimal puasa.

            Kedua, dimensi semi-esoterik, dimana seseorang itu tidak hanya berpuasa perut dan kemaluannya, tetapi juga panca indera dan anggota tubuh lainnya. Yakni apabila ia mengunci mulutnya, penglihatan, pendengaran, dan kaki tangannya dari segala yang haram dan syubhat. Imam al-Ghazali mengistilahkannya shawm al-jawarih.  

            Yang, ketiga adalah dimensi esoterik, dimana anda berpuasa total, mencekik syahwat badaniah dan syahwat batiniah sekaligus. Namanya shawm al-qalb, yaitu apabila hati dan akal pikiran pun berpuasa dari pelbagai keinginan, kerinduan, dan harapan kepada sesuatu dan sesiapa jua melainkan Allah. Menurut Imam al-Ghazali, seyogyanya puasa kita merangkum tiga dimensi tersebut (Lihat: Ihya ‘Ulumiddin, juz 3, hlm. 428-430).

***

Disadur oleh Santri Masbuk/Pewarta STAIINDO JAKARTA.

*Ilustrasi Gambar/Dhani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 0000191

article 0000192

article 0000193

article 0000194

article 0000195

article 0000196

article 0000197

article 0000198

article 0000199

article 0000200

article 0000201

article 0000202

article 0000203

article 0000204

article 0000205

article 0000206

article 0000207

article 0000208

article 0000209

article 0000210

article 0000211

article 0000212

article 0000213

article 0000214

article 0000215

article 0000216

article 0000217

article 0000218

article 0000219

article 0000220

article 0000221

article 0000222

article 0000223

article 0000224

article 0000225

article 0000226

article 0000227

article 0000228

article 0000229

article 0000230

article 0000231

article 0000232

article 0000233

article 0000234

article 0000235

article 0000236

article 0000237

article 0000238

article 0000239

article 0000240

article 0000241

article 0000242

article 0000243

article 0000244

article 0000245

article 0000246

article 0000247

article 0000248

article 0000249

article 0000250

article 888866

article 888867

article 888868

article 888869

article 888870

article 888871

article 888872

article 888873

article 888874

article 888875

article 888876

article 888877

article 888878

article 888879

article 888880

article 888881

article 888882

article 888883

article 888884

article 888885

article 888886

article 888887

article 888888

article 888889

article 888890

article 888891

article 888892

article 888893

article 888894

article 888895

article 888896

article 888897

article 888898

article 888899

article 888900

article 888901

article 888902

article 888903

article 888904

article 888905

article 2000186

article 2000187

article 2000188

article 2000189

article 2000190

article 2000191

article 2000192

article 2000193

article 2000194

article 2000195

article 2000196

article 2000197

article 2000198

article 2000199

article 2000200

article 2000201

article 2000202

article 2000203

article 2000204

article 2000205

article 2990206

article 2990207

article 2990208

article 2990209

article 2990210

article 2990211

article 2990212

article 2990213

article 2990214

article 2990215

article 2990216

article 2990217

article 2990218

article 2990219

article 2990220

article 2990221

article 2990222

article 2990223

article 2990224

article 2990225

article 2990226

article 2990227

article 2990228

article 2990229

article 2990230

article 2990231

article 2990232

article 2990233

article 2990234

article 2990235

article 2990236

article 2990237

article 2990238

article 2990239

article 2990240

article 2990241

article 2990242

article 2990243

article 2990244

article 2990245

article 2000126

article 2000127

article 2000128

article 2000129

article 2000130

article 2000131

article 2000132

article 2000133

article 2000134

article 2000135

article 2000136

article 2000137

article 2000138

article 2000139

article 2000140

article 2000141

article 2000142

article 2000143

article 2000144

article 2000145

article 2000146

article 2000147

article 2000148

article 2000149

article 2000150

article 2000151

article 2000152

article 2000153

article 2000154

article 2000155

article 2000156

article 2000157

article 2000158

article 2000159

article 2000160

article 2000161

article 2000162

article 2000163

article 2000164

article 2000165

article 2000166

article 2000167

article 2000168

article 2000169

article 2000170

article 2000171

article 2000172

article 2000173

article 2000174

article 2000175

article 2000176

article 2000177

article 2000178

article 2000179

article 2000180

article 2000181

article 2000182

article 2000183

article 2000184

article 2000185

article 2000186

article 2000187

article 2000188

article 2000189

article 2000190

article 2000191

article 2000192

article 2000193

article 2000194

article 2000195

article 2000196

article 2000197

article 2000198

article 2000199

article 2000200

article 2000201

article 2000202

article 2000203

article 2000204

article 2000205

article 2000126

article 2000127

article 2000128

article 2000129

article 2000130

article 2000131

article 2000132

article 2000133

article 2000134

article 2000135

article 2000136

article 2000137

article 2000138

article 2000139

article 2000140

article 2000141

article 2000142

article 2000143

article 2000144

article 2000145

article 2000146

article 2000147

article 2000148

article 2000149

article 2000150

article 2000151

article 2000152

article 2000153

article 2000154

article 2000155

article 2000156

article 2000157

article 2000158

article 2000159

article 2000160

article 2000161

article 2000162

article 2000163

article 2000164

article 2000165

article 838000441

article 838000442

article 838000443

article 838000444

article 838000445

article 838000446

article 838000447

article 838000448

article 838000449

article 838000450

article 838000451

article 838000452

article 838000453

article 838000454

article 838000455

article 838000456

article 838000457

article 838000458

article 838000459

article 838000460

article 838000461

article 838000462

article 838000463

article 838000464

article 838000465

article 838000466

article 838000467

article 838000468

article 838000469

article 838000470

article 838000471

article 838000472

article 838000473

article 838000474

article 838000475

article 838000476

article 838000477

article 838000478

article 838000479

article 838000480

news-1701