Hubungi Kami : 0814 1350 4543

Khanduri ACEH : Oleh. Dr Hasballah Saad

Sumber FOTO : Kontributor Tribunnews (Rekan dari salah satu tim STAIINDOJKT OFFICIAL PROGRESS). Suasana Khanduri ACEH ini diambil pada kisaran tahun 2019.
Dalam ragam prosesi ragam kuliner khas ACEH “ACEH CULINARY FEST-2019.”

Khanduri Aceh,

Jenis dan Ragamnya

oleh:   Dr Hasballah Saad

        Khanduri  menjadi khas masyarakat Aceh. Dalam Masyarakat Aceh bila mempunyai hajat, apakah itu ketika mendapat kenikmatan sesuatu atau ditimpa musibah, biasanya melaksanakan khanduri. Khanduri itu sebagai pengabdian atau tanda ingat kepada Yang Maha Kuasa.

Khanduri  itu dilakukan dengan menjamu saudara, tetangga dan kerabat untuk makan bersama   utamanya yang kurang mampu. Maka ada istilah khaduri hidup dan khanduri kematian. Khanduri selalu dipandang dan terkait dengan status sosial (orang kaya atau tokoh masyarakat). 

Dalam kasus tertentu, seperti khanduri thon (tahunan) dilaksanakan khusus, para qari membaca Al Qur’an  dan melantunkan lagu-lagu pujaan, teungku membaca doa dan lainnya.

        Beragam khanduri di Aceh. Ada khanduri Tujuh (menujuh  hari) yang terkait  dengan kematian seseorang  (pada hari ketujuhnya). Meskipun setiap malamnya para tetangga dan kerabat hadir melayat membaca Tahlil, membaca Qur’an, dan tausiah kepada keluarga yang kemalangan, tapi pada hari ketujuh merupakan puncak, dan biasanya diundang orang-orang khusus.

Di samping itu ada khanduri tiga puluh, atau empat puluh empat, biasanya diakhir upacara meudoa, pada khanduri khusus ini, pemilik hajat memberi  sadaqah. Besarnya sedekah tergantung kepada status social dan kemampuan ekonomi sang tuan rumah.  Teungku biasanya diberikan dalam jumlah extra, anak-anak lebih sedikit dari orang dewasa.

        Khanduri blang, agak khusus sifatnya, dilakukan setahun sekali  ketika musim bersawah akan dimulai. Beberapa ekor sapi dipotong di suatu tempat yang dianggap keramat, biasa di kuburan orang ternama (Teungku di Blang, atau tokoh pertanian yang telah lama tiada).

Sering khanduri ini dilaksanakan di hulu sungai, di tengah sawah atau  di tempat  di mana pohon tumbuh di tepi hutan. Untuk tingkatan satu aliran sungai kecil, masyarakat biasanya memotong biri-biri.

 Peserta khanduri membawa bu kulah ( nasi bungkus dengan daun pisang yang diasapi), bu kulah di sajikan kepada tetamu terhormat  yang diundang dari kecamatan, atau mukim tetangga. Setelah upacara membaca doa-doa, maka seseorang tokoh terkemuka, seperti kepala mukim, atau kujruen blang, memberikan pengumuman tertentu.

 Seperti kapan harus membersihkan selokan, memperbaiki irigasi desa, awal musim membajak lahan, atau saat mulai menabur benih. Ini merupakan komando, dan koordinasi antara petani di hulu dan di hilir agar distribusi air bisa merata.

        Khanduri maulud, berkenaan dengan memperingati kelahiran Rasulullah saw.  Khanduri maulud ini dapat berlangsung selama rentang waktu seratus  hari. Dalam bulan penanggalan Aceh, ada buluen maulud, Adoe Maulud, Kumuen maulud dan Cuco maulud yang hanya sepuluh hari sehingga tiga bulan dan sepuluh hari itu genap menjadi seratus hari.

Dalam penanggalan hijriah,  maulud dimulai dengan bulan Ra’biul  awal,lalu Ra’biul akhir, Jumadil awal dan sepuluh hari Jumadil akhir. Tradisi khanduri maulud itu juga ditandai dengan pembacaan zikir, puji-pujian kepada Rasulullah. Ada pembacaan bezanji, atau shalawat Rasul, yang dilantunkan bersama, sebelum makanan disantap.

Tetamu biasanya diundang dari  desa tetangga, dan ini akan saling berbalas mengundang. Khusus untuk tetamu pribadi, undangan dijamu di rumah masing-masing. Tetamu pribadi, selalu membawa bungong jaroe (buah tangan) berupa gula pasir ,roti, pisang, sirih, atau buah buahan lainnya.

       Anak-anak bergembira  ria selama musim maulud ini. Makanan yang tidak habis dimakan dalam upacara yang biasanya digelar di lapangan meunasah atau mesjid, boleh dibawa pulang. Ditengah perjalanan  kerap kali dimakan lagi, di pematang sawah,di tepi sungai atau balai balai persinggahan.

Para ibu dan anak perempuan menanti  “bu maulud” di rumah, makanan yang telah dicampur lauk, bekas dimakan lelaki, ditunggu dengan penuh harap. Rasanya yang memang enak dan mengundang selera.

Dalam khanduri maulud tidak ada sedekah uang diakhir upacara. Selain membaca zikir, shalawat nabi atau berzanji,tak ada doa khusus yang dibacakan.  Peranan penting selalu ada di tangan sang pembuka hidang, karena dia paling berkuasa membagi  bagi makanan.

 Ayam panggang telur asin, atau udang galah tumis selalu hilang terlebih dahulu,  disembunyikan sang pembagi, atau prioritas selalu kepada anak, atau sanak keluarganya.

       Khanduri Samadaroh, berasal dari kata- kata Tadarus.  Dalam bulan ramadhan, orang Aceh selalu membiasakan diri menghabiskan waktu malamnya  dengan membaca Al ‘ di meunasah atau di surau secara bersama sama.

 Tadarus Qur’an ini merupakan kelanjutan shalat taraweh berjamaah. Setiap kali bacaan Qur’an khatam, maka ada khanduri yang disebut khanduri tamat, atau Samadaroh (barang kali dari kata tamat tadarus).  Bu tamat, biasanya disantap menjelang sahur, sebelumnya dilakukan dzikir. Ada doa pendek yang dipimpin  imam meunasah.

 Khatamul  Qur’an‘, menamatkan bacaan quran dilantunkan bersama. Khanduri samadaroh ini hanya dihadiri oleh para lelaki dan anak anak saja, para ibu dan anak perempuan jarang hadir, karena acara santap biasanya setelah tengah malam,  anak- anak yang ketiduran di meunasah sehabis membaca Alquran dibangunkan. Acapkali, shalat subuh menjadi terlambat karena ketiduran sehabis sahur dengan samadaroh itu.

       Khanduri Meukeurija, untuk pesta perkawinan Aceh. Dulu ada  ungkapan bahwa  orang Aceh pergi berperang seumpama pergi ketempat meukeurija. Itu bermakna orang Aceh tak takut berperang, dan gembiranya menuju medan perang seumpama senangnya orang pergi ke pesta perkawinan. Itu terkait bahwa “bila mati dalam perang suci, maka dia akan mendapat pahala Syahid, dimana  tanpa hisap, langsung menuju Surga Allah swt’’.

 Tamu umum yakni kerabat, tetangga, handai taulan, dan tokoh masyarakat yang dikenal . Ada pula rombongan pengantar lonto baro (pengantar pengantin baru laki laki) yang datang khusus bersama pengantin.

Jumlah rombongan disesuaikan dengan perjanjian. Dan tergantung uang hangus (biaya pesta yang ditanggung pihak laki laki) yang disepakati terlebih dahulu, melalui seulangke (perantara resmi).

       Peristiwa antar pengantin ini biasanya menjadi ajang saling lirik antara peserta. Rombongan pengantin laki laki, terdiri dari kerabat dan kawan dekat  yang masih lajang. Beberapa tokoh dan orang patut patut, hadir sebagai pengetua dan pembuka jalan. Di pelaminan, anak anak muda lah mendominasi, sehingga para gadis di samping mempelai wanita menjadi inceran rombongan sang pengantin lelaki. Tidak jarang, peristiwa itu diikuti oleh perkenalan hingga menuju pelaminan berikut, tak lama setelah saling lirik terjadi di pesta itu.

      Linto baro, disuguhkan hidangan santap penuh hiasan dan kualitas tinggi. Dada  ayam panggang, telur asin, gulai daging

, atau eungkot rambeue   (ikan kuek) yang mahal. Panganan Aceh  menjadi hiasan hidang. Sang pengantin biasanya tidak memiliki…selera makan, karena lebih memikirkan  malam malam selanjutnya sehabis pesta. Para pendampinglah yang menikmati makanan khanduri itu dengan lahapnya.

        Tetamu yang diundang pada pesta perhelatan pesta perkawinan, disyaratkan membawa amplop, yang berisi uang tunai. Teumeuteuk namanya untuk menyerahkan amplop itu, sebagai tanda syukur dan ikut bergembira dan berpartisipasi.

Dahulu,  sebelum budaya undangan dengan kartu undangan di praktekkan, dalam kebudayaan Aceh, ada ranup pate (sirih berlipat) yang diantar kepada orang-orang yang diundang.

Bagi undangan biasa cukup dengan sehelai sirih, namun bagi undangan tertentu, seumpama pihak besan,orang patut,ulama, tokoh adat, maka ranup pate dibuat berlapis sesuai dengan martabat dan kedudukan seseorang.

        Khanduri Apam. Dalam system penanggalan Aceh bulan dinamakan sesuai dengan peristiwa tertentu. Bulan maulud dinamakan untuk bulan bulan yang penuh dengan khanduri maulud Nabi. Bulan puasa dinamakan bulan ibadah. Demikian pula buleuen  Apam (bulan  apem). Karena sepanjang bulan itu orang Aceh melakukan khanduri Apam. Ini sama dengan bulan rajab dalam system penanggalan hijriah.

       Dalam bulan rajab banyak sejarah penting terjadi dalam sejarah Islam.  Oleh karena itu, orang Aceh mensyukuri peritiwa penting dengan melakukan syukuran menyajikan apam sepanjang bulan itu. Para pejalan kaki atau siapa saja yang lewat sebagai musafir, selalu dijamu tanpa harus diundang  terlebih dahulu,  tak ada kewajiban membawa buah tangan untuk tuan rumah.

       Dalam beberapa kasus, apam diantar ke meunasah, atau balai balai umum di desa. Untuk disantap oleh siapa saja. Ada apam kuah tuhe (Apam dengan kolak pisang) atau apam u(apam dengan parut kelapa), tergantung status social yang punya hajat.

 Konon dahulu kala ada seorang yang dihormati bernama Abdullah Rajab, wafat tanpa ada yang mengkhandurikannya. Maka siapa saja berkemudahan, dianjurkan untuk khanduri Apam, guna mengenang kematian tokoh itu.

       Khanduri Ie Bu Babah Jurong   Dalam bahasa Aceh adalah bubur beras yang cair dengan campuran santan kelapa. Khanduri ie bu dilakukan  diujung jalan desa, biasanya ditandai adanya kuburan keramat, pohon besar atau balai-balai desa.

 Khanduri ini lebih sebagai ritual penolak bala, menghindari wabah penyakit yang massal seperti cacar, kolera, atau peulaweue. Dulu peulaweue sangat ditakuti orang, karena merupakan wabah yang cepat menular dan sulit dicegah. Orang Aceh menolak bala itu dengan khanduri ie bu babah jurong.

       Biasanya bubur ini tidak diberi pemanis atau gula, paling hanya dicampur pisang. Beberapa bagian, disajikan dalam tempat khusus, seuleuke (kotak daun pisang yang dirajut dengan lidi). Di dalam kotak itu diisi bubur, lalu diletakkan di tempat tertentu sebagai sesajen untuk makhluk halus, dan roh jahat, agar dia menjauh dari desa.

       Betapa pengaruh hindu cukup kental  terasa dalm sesajian seuileuke ini. Kapan dan dimana  persinggungan budaya hindu dalam Islam di Aceh , tak ada catatan resmi yang diketahui dengan pasti, namun hal ini telaah menjadi tradisi dan bahagian dari keseharian hidup orang Aceh sejak dahulu.

Banyak lagi khanduri seperti  khanduri laot (pesta nelayan), khanduri padi (panen padi), khanduri peutron aneuk (menurunkan anak), khanduri aqiqah, keumaweueh, peucicap, dan khanduri sunatan Rasul.

                                                                                                                                                Khanduri ‘Asyura.

       Salah satu khanduri yang popular dalm masyarakat aceh adalah khanduri  ‘Asyura. Ini bermula dari kisah gugurnya  Sayyidina Husein bin Ali bin Abi Thalib. Cucu Rasulullah ini gugur dalam pertempuran melawan tentara Yaziz bin Muawiyah di Karbala. Ini merupakan tragedi paling berdarah terhadap keluarga Rasulullah saw, setelah beliau wafat.

Husen adalah pemegang kekuasaan yang diwariskan dari abangnya Hasan yang telah diracun terlebih dahulu atas suruhan Yazin bin Muawaiyah juga. Motivasi di balik  tindakan itu adalah ingin merebut kekuasaan yang ada ditangan Husen.

 Gugurnya Husen terjadi pada 10 Muharram. Maka dalam hikayat Hasan Husen, salah satu bait yang berkaitan dengan kisah tragis cucu Rasulullah itu adalah :

       //Bak poh siploh uroe beuleun Muharram/  kesudahan Husen Jamaloe/ peu na mudah ta khanduri/. Poteu Allah bri pahla dudoe/ sepuluh hari bulan Muharram/ hari berpulang Husen Jamalul / apa yang mudah silahkan khanduri/pahala diberi hari kiamat//  Dalam tradisi masyarakat Aceh, hari  itu selalu diperingati setiap tahunnya, dengan melakukan khanduri bersama.

 Biasanya dilakukan di meunasah atau di surau. Setiap keluarga membawa makanan dan penduduk  kampung baik yang membawa makanan ataupun tidak,  semua di ajak makan bersama-sama. Yang didahului oleh doa bersama. Imuem (imam) meunasah biasanya yang memimpin do’a.

         Bagi anak-anak , ini merupakan kesempatan untuk mendapatkan  menu yang sedikit lebih berkualitas. Ada sie manok, telur asin, daging dan ikan-ikan yang bagus. Di beberapa tempat , pada saat khanduri peringatan ‘asyura itu, Hikayat Hasan dan Husen dibacakan kepada yang hadir, beberapa bait, atau didendangkan secara bersama-sama.

         Banyak diantara yang hadir menangis menyimak peristiwa tragis  yang menimpa keluarga Rasulullah pada hari ‘asyura itu.

Di Iran, dan beberapa Negara yang mendapat pengaruh paham syi’ah, hari ‘asyura diperingati sebagai hari Yatim sedunia. Dalam sejarah awal masuknya Islam ke Aceh, memang suasana syi’ah sangat kental adanya.

Semoga bagi para pendatang, pekerja dari luar Aceh, dan para pemerhati  budaya Aceh, mendapatkan pemahaman selayang pandang tentang  tradisi dan kebiasaan hidup masyarakat Aceh sejak dahulu kala.

Bagi para peneliti yang lebih serius, tentu dapat menggantinya dari sumber-sumber yang lain, baik berupa ceritera lisan, sumber tertulis yang lengkap, atau melalui rekaman penuturan para pakar yang ahli.                                                        

        *Penulis adalah dosen FKIP  Unsyiah Banda                                                                                                                     Aceh,   Ketua Dewan Pembina Institut Kebudayaan Aceh, Pendiri Institut Perdamaian Indonesia (IPI ), Ketua Yayasan Lambrineu, dan anggota Pembina Yayasan Pendidikan Ali Hasjmy.

            ( Sumber: Serambi Indonesia, Opini,  Minggu 30 Desember 2007  )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

CUAN100

CUAN100

article 10000466

article 10000467

article 10000468

article 10000469

article 10000470

article 10000471

article 10000472

article 10000473

article 10000474

article 10000475

article 10000476

article 10000477

article 10000478

article 10000479

article 10000480

article 10000481

article 10000482

article 10000483

article 10000484

article 10000485

article 10000486

article 10000487

article 10000488

article 10000489

article 10000490

article 10000491

article 10000492

article 10000493

article 10000494

article 10000495

article 10000496

article 10000497

article 10000498

article 10000499

article 10000500

article 10000501

article 10000502

article 10000503

article 10000504

article 10000505

article 9998000621

article 9998000622

article 9998000623

article 9998000624

article 9998000625

article 9998000626

article 9998000627

article 9998000628

article 9998000629

article 9998000630

article 9998000631

article 9998000632

article 9998000633

article 9998000634

article 9998000635

article 9998000636

article 9998000637

article 9998000638

article 9998000639

article 9998000640

article 9998000641

article 9998000642

article 9998000643

article 9998000644

article 9998000645

article 9998000646

article 9998000647

article 9998000648

article 9998000649

article 9998000650

article 9998000651

article 9998000652

article 9998000653

article 9998000654

article 9998000655

article 9998000656

article 9998000657

article 9998000658

article 9998000659

article 9998000660

article 9998000661

article 9998000662

article 9998000663

article 9998000664

article 9998000665

article 9998000666

article 9998000667

article 9998000668

article 9998000669

article 9998000670

article 9998000671

article 9998000672

article 9998000673

article 9998000674

article 9998000675

article 9998000676

article 9998000677

article 9998000678

article 9998000679

article 9998000680

article 9998000681

article 9998000682

article 9998000683

article 9998000684

article 9998000685

article 9998000686

article 9998000687

article 9998000688

article 9998000689

article 9998000690

article 838000703

article 838000704

article 838000705

article 838000706

article 838000707

article 838000708

article 838000709

article 838000710

article 838000711

article 838000712

article 838000713

article 838000714

article 838000715

article 838000716

article 838000717

article 838000718

article 838000719

article 838000720

article 838000721

article 838000722

article 838000723

article 838000724

article 838000725

article 838000726

article 838000727

article 838000728

article 838000729

article 838000730

article 838000731

article 838000732

article 838000733

article 838000734

article 838000735

article 838000736

article 838000737

article 838000738

article 838000739

article 838000740

article 838000741

article 838000742

article 838000743

article 838000744

article 838000745

article 838000746

article 838000747

article 838000748

article 838000749

article 838000750

article 838000751

article 838000752

article 838000753

article 838000754

article 838000755

article 838000756

article 838000757

article 838000758

article 838000759

article 838000760

article 838000761

article 838000762

article 838000763

article 838000764

article 838000765

article 838000766

article 838000767

article 838000768

article 838000769

article 838000770

article 838000771

article 838000772

article 238000521

article 238000522

article 238000523

article 238000524

article 238000525

article 238000526

article 238000527

article 238000528

article 238000529

article 238000530

article 238000531

article 238000532

article 238000533

article 238000534

article 238000535

article 238000536

article 238000537

article 238000538

article 238000539

article 238000540

article 238000541

article 238000542

article 238000543

article 238000544

article 238000545

article 238000546

article 238000547

article 238000548

article 238000549

article 238000550

article 238000551

article 238000552

article 238000553

article 238000554

article 238000555

article 238000556

article 238000557

article 238000558

article 238000559

article 238000560

article 238000561

article 238000562

article 238000563

article 238000564

article 238000565

article 238000566

article 238000567

article 238000568

article 238000569

article 238000570

article 238000571

article 238000572

article 238000573

article 238000574

article 238000575

article 238000576

article 238000577

article 238000578

article 238000579

article 238000580

article 238000581

article 238000582

article 238000583

article 238000584

article 238000585

article 238000586

article 238000587

article 238000588

article 238000589

article 238000590

article 7700291

article 7700292

article 7700293

article 7700294

article 7700295

article 7700296

article 7700297

article 7700298

article 7700299

article 7700300

article 7700301

article 7700302

article 7700303

article 7700304

article 7700305

article 7700306

article 7700307

article 7700308

article 7700309

article 7700310

article 7700311

article 7700312

article 7700313

article 7700314

article 7700315

article 7700316

article 7700317

article 7700318

article 7700319

article 7700320

article 7700321

article 7700322

article 7700323

article 7700324

article 7700325

article 7700326

article 7700327

article 7700328

article 7700329

article 7700330

article 7700331

article 7700332

article 7700333

article 7700334

article 7700335

article 7700336

article 7700337

article 7700338

article 7700339

article 7700340

article 7700341

article 7700342

article 7700343

article 7700344

article 7700345

article 7700346

article 7700347

article 7700348

article 7700349

article 7700350

article 7700351

article 7700352

article 7700353

article 7700354

article 7700355

article 7700356

article 7700357

article 7700358

article 7700359

article 7700360

article 2000481

article 2000482

article 2000483

article 2000484

article 2000485

article 2000486

article 2000487

article 2000488

article 2000489

article 2000490

article 2000491

article 2000492

article 2000493

article 2000494

article 2000495

article 2000496

article 2000497

article 2000498

article 2000499

article 2000500

article 2000501

article 2000502

article 2000503

article 2000504

article 2000505

article 2000506

article 2000507

article 2000508

article 2000509

article 2000510

article 2000511

article 2000512

article 2000513

article 2000514

article 2000515

article 2000516

article 2000517

article 2000518

article 2000519

article 2000520

article 2000521

article 2000522

article 2000523

article 2000524

article 2000525

article 2000526

article 2000527

article 2000528

article 2000529

article 2000530

article 2000531

article 2000532

article 2000533

article 2000534

article 2000535

article 2000536

article 2000537

article 2000538

article 2000539

article 2000540

article 2000541

article 2000542

article 2000543

article 2000544

article 2000545

article 2000546

article 2000547

article 2000548

article 2000549

article 2000550

article 2990581

article 2990582

article 2990583

article 2990584

article 2990585

article 2990586

article 2990587

article 2990588

article 2990589

article 2990590

article 2990591

article 2990592

article 2990593

article 2990594

article 2990595

article 2990596

article 2990597

article 2990598

article 2990599

article 2990600

article 2990601

article 2990602

article 2990603

article 2990604

article 2990605

article 2990606

article 2990607

article 2990608

article 2990609

article 2990610

article 2990611

article 2990612

article 2990613

article 2990614

article 2990615

article 2990616

article 2990617

article 2990618

article 2990619

article 2990620

article 10000451

article 10000452

article 10000453

article 10000454

article 10000455

article 10000456

article 10000457

article 10000458

article 10000459

article 10000460

article 10000461

article 10000462

article 10000463

article 10000464

article 10000465

news-1701