Hubungi Kami : 0814 1350 4543

Kopertais Wilayah I Jakarta dan Banten Fasilitasi Pelatihan SPMI untuk PTKIS

Inisiasi Mutu Kampus dan Dukung Akreditasi Unggul: Kopertais Wilayah I Jakarta dan Banten Fasilitasi Pelatihan SPMI untuk PTKIS, STAI Indonesia Hadir

Jakarta, 09 Oktober 2025.

— (Ratna Dewi & Mustaghfirin) —

Inisiasi mutu kampus dan dukungan Akreditasi Unggul bagi Perguruan Tinggi Keagamaa Islam Swasta (PTKIS) menjadi fokus utama Kopertais Wilayah I Jakarta dan Banten. Inisiasi dan dukungan tersebut berupa kegiatan Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis Risiko. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa PTKIS di bawah naungan Kopertais Wilayah I Jakarta dan Banten dapat mencapai akreditasi unggul. Pentingnya acara ini terlihat dari partisipasi 80 perwakilan PTKIS se Jakarta dan Banten, termasuk STAI Indonesia Jakarta. Hal ini menunjukkan komitmen bersama untuk peningkatan kualitas Perguruan Tinggi. Kegiatan Pelatihan ini berlangsung mulai tanggal 6 sampai 8 Oktober 2025 dan bertempat di Hotel Ibis Styles BSD City.

Ketua STAI Indonesia Jakarta periode 2025–2030 Bapak Baharuddin, B.IRK, MA, M.Pd., mengirimkan perwakilan, Yuni Ratna Dewi S.Sos., M.Pd.I., untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kehadiran utusan STAI Indonesia Jakarta ini menunjukkan keseriusan institusi dalam mengimplementasikan SPMI berbasis risiko sebagai bagian integral dari operasional sehari-hari untuk mencapai mutu unggul.

Pelatihan penyusunan dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Berbasis Risiko yang diselenggarakan oleh Kopertais Wilayah I Jakarta dan Banten ini dibuka oleh Wakil Koordinator, Ibu Prof. Dr. Hj. Sururin, M.Ag., dan ditutup oleh Bapak Dr. Abd. Muin, M.Pd., selaku sekretaris kopertais. Kopertais Wilayah I Jakarta dan Banten mengundang narasumber dari Best-Q Institute, yaitu Bapak Dr. Helmi Syaifuddin, M.Fil., Bapak Yusuf Nalim, M.Si., dan Ibu Indrawati, M.Pd. Materi yang luar biasa dari narasumber Best-Q Institute ini mencakup bahasan mendalam tentang manajemen risiko pada seluruh proses di Perguruan Tinggi, mulai dari administrasi hingga Program Studi.

Dalam pelatihan ini, peserta mempelajari cara Perguruan Tinggi mencapai Unggul melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Berdasarkan Kebijakan Nasional Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (UU No. 12 Tahun 2012 dan PERMENDIKTISAINTEK NO. 39 Tahun 2025), perangkat SPMI terdiri dari Kebijakan SPMI, Pedoman Penerapan Siklus SPMI, Standar Pendidikan Tinggi, Tata Cara Pendokumentasian Implementasi SPMI.

Pelatihan intensif selama tiga hari ini, membahas tentang penyusunan dokumen SPMI berbasis risiko yang meliputi; 1) Manajemen risiko untuk seluruh proses bisnis di Perguruan Tinggi, mulai dari manajemen, Administrasi, hingga Program Studi, 2) Penjelasan bagaimana siklus PPEPP berbasis risiko yang dijalankan, metodologi, mekanisme pelaporan, hingga penetapan tanggung jawab dalam implementasi manajemen risiko di Perguruan Tinggi, 3) Konsep bahwa SPMI berbasis risiko merupakan bagian dari operasional Perguruan Tinggi dan dikendalikan oleh unit terkait, serta secara umum dikendalikan oleh SPI/LPM di tingkat Perguruan Tinggi. Lebih lanjut, peserta diajak untuk menginternalisasi konsep bahwa SPMI berbasis risiko menuntut berpikir berbasis risiko menjadi bagian integral dari budaya organisasi. Dengan demikian, SPMI berbasis risiko bukan hanya sekadar dokumen, melainkan sebuah siklus operasional harian.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan seluruh peserta, termasuk utusan STAI Indonesia Jakarta untuk menjadi, “lilin-lilin kecil dan menyala bersama untuk menerangi PTKIS,” ujar Bapak Sholehudin, MA (Divisi Kelembagaan Kopertais Wilayah I dan Banten, red-Amin.