Hubungi Kami : 0814 1350 4543

Salah Faham terhadap Hadits dan Sunnah

Oleh: Mohammad Syam’un Salim – Staff Media dan Penerbitan INSISTS

Dalam upayanya membangun peradaban berbasis kepada ilmu, di awal tahun baru 1441 Hijriyah/2 September 2019, INSISTS kembali lagi mengadakan kuliah spesial bertajuk hadith; setelah sebelumnya INSISTS juga mengadakan spesial seminar yang tidak kalah seru dan menarik, yaitu “Mahjar: Bukan Sekadar Hijrah”. Seminar ini diampu langsung oleh ustad senior, juga pendiri INSISTS Associate Professor Dr. Ugi Suharto, M.Ec. Dr Ugi, adalah selain pakar ekonomi, beliau juga pakar dalam diskursus hadith.

Selama hampir seharian Dr Ugi menyampaikan urgensi memahami perbedaan antara Sunnah dan Hadith, selain juga menyebutkan beberapa tantangan yang meliputi isu itu. Dr Ugi menguraikan bahwa kekeliruan mendasar kita (muslim) saat ini, belum mampu membedakan antara Sunnah dan Hadith. Sebab bila ditelaah keduanya memiliki perbedaan mendasar; meskipun ada sisi-sisi di mana keduanya memiliki kesamaan “ada sunnah yang berasal dari hadith dan ada hadith yang bisa menjadi sunnah” ujar Dr Ugi.

Memahami perbedaan ini penting untuk dilakukan, dalam rangka memberikan kesimpulan yang adil dan tepat. Hadith punya muatan yang sifatnya pemberitaan. Secara terminologi hadith bermakna “khabar” berita atau juga biasa disebut “baru”. Lebih jauh, hadith secara istilah bermakna apa saja yang disandarkan kepada Nabi baik perkataan, perbuatan, persetujuan, ataupun sifat anggota badan juga akhlaknya. Tetapi tidak berhenti di situ, Dr Ugi menekankan bahwa penyadaran itu harus dilakukan secara formal, artinya ada prasyarat di situ yang tidak bisa ditawar-tawar.

Maka formalitas menjadi sangat penting. Misalnya saja formalitas sanad; Perawi mesti terdiri dari orang-orang yang credible, terpecaya tsiqqah. Para perawi mesti terhubung ittisal antara satu dengan pendahulunya. Tidak ada cacat celah ‘illah pada keseluruhan rantai sanadnya. Tidak terdapat kejanggalan shadz pada kandungan teks; matan hadithnya. Formalitas ini tidak mengenal kompromi; bahwa semua hadith yang ingin masuk pada kategori sahih harus melewati tahap itu tanpa terkecuali. Sedang Sunnah, tidak lagi bermaksud berita atau pengkabaran, tetapi sudah masuk pada ranah nilai dan amal; sebuah kebiasaan. Maka dari perbedaan makna yang sifatnya teknis juga terminologis ini, dalam memahami hadith dan sunnah Dr Ugi membagi lima kategori;

Pertama, hadith yang tidak menjadi sunnah. Di bagian pertama ini, dijelaskan bahwa ada hadith-hadith tertentu yang sama sekali, tidak dapat dijadikan sunnah. Sebab hadith yang menjadi sandarannya adalah hadith-hadith yang telah masuk kategori maudhu’ munkar bahkan bhatil. Di sini derajat hadith menjadi penting. Tetapi, hadith sahih sekalipun tidak selalu menjadi pegangan sunnah tanpa terkecuali. Bahwa tanpa tedeng aling-aling, dengan keberadaan hadith sahih tertentu, secara otomatis menjadi sunnah. Yang bila tidak mengamalkan, otomatis mendapat sebutan tidak sunnah. Ini tidak saja keliru, tetapi juga tidak tepat dalam memahami hadith juga sunnah.

Kedua, hadith diterima karena ke-sahih-annya, tetapi tidak menjadi sunnah. Di sini sebetulnya titik penting bagaimana pemahaman hadith dengan sunnah perlu diluruskan; dengan meletakkan keduanya pada bejananya masing-masing. Sebab ada kalanya, hadith tidak menjadi sunnah. Untuk kategori kedua ini Dr Ugi memberi permisalan, atas apa yang terjadi; keragaman dalam madzhab. Dalam madzhab Syafi’i misalnya, memprioritaskan kepada hadith sahih daripada amalan ahlul Madinah. Ini berbeda dengan Maliki yang lebih mempertimbangkan sunnah lewat amalan ahlul Madinah daripada eksistensi hadith, sekalipun ia masuk dalam kategori sahih.

Maka bagi Imam Malik, apabila ada hadith sahih bertentangan dengan amalan ulama dan penduduk Madinah di zamannya, amal ahlul Madinah lebih diutamakan. Contoh hadith dalam kategori kedua ini bisa ditelisik pada hadith puasa enam hari di bulan Syawwal, juga hadith khiyar majlis. Di sini, sikap tasamuh juga toleran mestinya menjadi lebih diutamakan, sebab setiap madzhab memiliki kriteria sunnah versinya sendiri-sendiri; dengan basis argumentasi yang juga berbeda. Dari itu sunnah menjadi bukan monopoli pada madzhab-madzab tertentu. Tetapi ia berbasis pada pertimbangan para imam madzhab; lewat argumentasi yang sama-sama kuatnya.

Ketiga, ada sunnah yang bukan berasal dari hadith. Kategori ketiga ini ada karena secara faktual memang ada amalan sunnah yang tidak didasari oleh hadith. Di dalam Ushul Fiqh dikenal dengan istilah-istilah seperti qiyas, ijma’, istihsan, mashalih mursalah dst, di mana produk sunnah dari itu semua tidak mensyaratkan hadith sahih. Sebagai contoh lainnya, amalan sunnah seperti salat tarawih berjamaah, adzan jum’at dua kali. Keduanya merupakan amalan sunnah yang bersandar tidak pada hadith, melainkan kepada amalan para sahabat Nabi. Di sini penyebutan sunnah dan tidak sunnah dengan konotasi, bahwa tidak sunnah berarti tidak mengikuti Nabi menjadi kurang tepat dan tidak pada tempatnya.

Keempat, sunnah yang tidak ada hadithnya. Ketegori ini diwakili oleh sunnah amaliah mutawatirah: sunnah yang diamalkan ummat secara turun temurun. Dr Ugi memberi contoh; seperti membaca al-Qur’an disertai ilmu tajwid. Mengapa hal demikian disebut sunnah yang tidak ada hadithnya? Sebab tidak ada satupun hadith yang secara lengkap menerangkan membaca al-Qur’an dengan ikhfa, idgham, idzhar, iqlab dst. Amaliah (sunnah) membaca al-Qur’an dengan tajwid hadir dari guru yang berguru kepada guru, yang secara turun temurun sampai kepada imam qiraat dan sahabat Rasulullah. Hal ini berbeda terbalik dengan, misalnya sifat juga cara salat Nabi yang hadithnya ada di mana-mana.

Kelima, Hadith sahih yang tidak boleh dijadikan sunnah sama sekali. Khusus untuk poin kelima ini, dapat dilihat dari af’al al-jalilah perbuatan bawaan Rasulullah; seperti cara berjalan, berlenggak lenggok, cara tertawa, menggaruk-garuk dll. Juga hadith Nabi mengenai bagaimana cara Nabi bercocok tanam, berobat, mengatur strategi, berperang, menggunakan peralatan di zamannya. Termasuk juga beberapa amalan yang khusus hanya dilakukan Rasulullah saw. Seperti; menikahi lebih dari empat akhwat, janda istrinya tidak boleh dinikahi, tidak makan harta zakat, tidak pernah menjadi muadzin dst.

Lima kategori ini mengisyaratkan sebuah simpulan penting; bahwa hadith perlu dipahami dengan lebih teliti dan jernih. Persoalan hadith bukan perkara sederhana; ia adalah sebuah mekanisme sistemik yang punya tempatnya sendiri. Ada formalitas. Ada neraca-neraca di situ. Sedang sunnah juga punya muatan dan karakteristiknya sendiri. Maka bila dipahami dengan baik, penyebutan sunnah dan tidak sunnah mestinya perlu dipikirkan sebelum dilontarkan begitu saja. Wallahu a’lam.

Post Tagged with , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

news-1701

yakinjp

yakinjp

maujp

wild bandito princess starlight perbedaan cara membangun dunia imajinatif permainan

pengguna kota metro membahas mengapa durasi jam bermain tidak menjamin hasil menguntungkan

mahjong ways kabupaten kutai kartanegara mengulas hubungan desain permainan persepsi pola

sweet bonanza kota ternate peran warna cerah menciptakan daya tarik visual

gates of olympus kabupaten serdang bedagai memahami mengapa multiplier tidak sama kepastian hasil

lucky neko kabupaten lampung selatan perpaduan identitas jepang gaya animasi kontemporer

mahjong wins kabupaten kubu raya mengamati kebiasaan berbagi pengalaman melalui media sosial

wild bandito kabupaten pamekasan bagaimana tema petualangan membentuk identitas visual

princess starlight kabupaten banyuasin menelaah pengaruh musik cahaya terhadap pengalaman digital

sweet bonanza kabupaten kutai timur memahami mengapa hasil sebelumnya tidak menentukan hasil berikutnya

mahjong ways kota banjarbaru membedakan fungsi simbol dekoratif simbol fungsional

lucky neko kabupaten indragiri hulu mengkaji daya tarik simbol keberuntungan perspektif budaya

gates of olympus kabupaten aceh tengah menentukan batas hiburan ekspektasi finansial

wild bandito kabupaten buru selatan mengulas fungsi ilustrasi menyampaikan tema permainan

mahjong pgsoft kabupaten konawe menelusuri transformasi unsur tradisional media digital

pemodelan mahjong ways menganalisis konsistensi frekuensi simbol data simulasi

observasi mahjong ways 2 mengkaji variansi outcome serangkaian percobaan

studi gates of olympus mengulas distribusi multiplier berdasarkan sampel hasil putaran

uji sweet bonanza membandingkan frekuensi kombinasi berbagai sesi

analisis starlight princess meninjau pola distribusi freespin melalui data simulasi

pemetaan lucky neko mengamati fluktuasi simbol interval pengamatan berbeda

simulasi pg soft mengkaji keterkaitan variansi frekuensi outcome permainan

kajian pragmatic play memetakan karakteristik distribusi simbol berdasarkan sampel data

observasi microgaming mengkaji sebaran hasil serangkaian percobaan acak

pemodelan playtech mengevaluasi frekuensi aktivasi fitur khusus sampel data

studi netent menganalisis dinamika volatilitas selama periode pengamatan

analisis mahjong wins memetakan sebaran multiplier serangkaian simulasi

uji bonanza gold membandingkan outcome berdasarkan perbedaan interval pengamatan

kajian scatter hitam mengevaluasi frekuensi aktivasi fitur data permainan

studi game online menganalisis pengaruh persepsi risiko terhadap proses pengambilan keputusan

penelitian teknologi informasi 00000001

penelitian teknologi informasi 00000002

penelitian teknologi informasi 00000003

penelitian teknologi informasi 00000004

penelitian teknologi informasi 00000005

penelitian teknologi informasi 00000006

penelitian teknologi informasi 00000007

penelitian teknologi informasi 00000008

penelitian teknologi informasi 00000009

penelitian teknologi informasi 00000010

penelitian teknologi informasi 00000011

penelitian teknologi informasi 00000012

penelitian teknologi informasi 00000013

penelitian teknologi informasi 00000014

penelitian teknologi informasi 00000015

penelitian teknologi informasi 00000016

penelitian teknologi informasi 00000017

penelitian teknologi informasi 00000018

penelitian teknologi informasi 00000019

penelitian teknologi informasi 00000020

penelitian teknologi informasi 00000021

penelitian teknologi informasi 00000022

penelitian teknologi informasi 00000023

penelitian teknologi informasi 00000024

penelitian teknologi informasi 00000025

penelitian teknologi informasi 00000026

penelitian teknologi informasi 00000027

penelitian teknologi informasi 00000028

penelitian teknologi informasi 00000029

penelitian teknologi informasi 00000030

penelitian teknologi informasi 00000031

penelitian teknologi informasi 00000032

penelitian teknologi informasi 00000033

penelitian teknologi informasi 00000034

penelitian teknologi informasi 00000035

penelitian teknologi informasi 00000036

penelitian teknologi informasi 00000037

penelitian teknologi informasi 00000038

penelitian teknologi informasi 00000039

penelitian teknologi informasi 00000040

penelitian teknologi informasi 00000041

penelitian teknologi informasi 00000042

penelitian teknologi informasi 00000043

penelitian teknologi informasi 00000044

penelitian teknologi informasi 00000045

Volatilitas dan Pola Kemenangan di Bandung Memahami Hubungan Keduanya

Cerita Player Semarang saat Menemukan Simbol Scatter Hitam

Gates of Olympus di Makassar Bagaimana Fitur Tumble Membentuk Dinamika Permainan

Mahjong Wins Palembang Menilik Fitur Free Spins yang Paling Dinantikan

Game PG Soft di Yogyakarta Membahas Faktor di Balik Nilai RTP yang Tinggi

Starlight Princess 1000 di Wilayah Denpasar Mengenal Fitur Multiplier x1000

Pola Gacor dan Tips Bermain Aman Pembahasan untuk Komunitas di Malang

Mahjong Ways 3 Pekanbaru Pengalaman Pemain dalam Memahami Fitur Maxwin

Simbol Scatter dan Wild di Balikpapan Perannya dalam Mengaktifkan Fitur Bonus

Memahami Sistem RNG dan Prinsip Keacakan Putaran dalam Game di Pontianak

Mahjong Wins 3 Batam Membahas Kemunculan Scatter Hitam dan Persepsi Keberuntungan

Tren Gacor Mahjong Ways Kembali Menjadi Perbincangan di Kalangan Player Bogor

Mahjong Wins 2 Surakarta Mengulas Fitur Free Spins yang Menarik Perhatian

Gates of Olympus Versi Bandar Lampung Membahas Momen Maxwin Spektakuler

Tingkat Volatilitas dan Hasil Sesi Permainan Kajian dari Kota Padang

Sweet Bonanza 1000 Wilayah Samarinda Mengenal Mekanisme Tumble Beruntun

Angka RTP Harian di Banjarmasin Memahami Informasi untuk Mengenali Karakteristik Game

Simbol Multiplier dan Petir Zeus di Manado Menelusuri Daya Tarik Elemen Visual

Game Modern di Mataram Mengulas Keistimewaan Fitur Cluster Pays

Strategi Membaca Pola Gacor ala Gamers Profesional dalam Perbincangan di Cirebon

Mahjong Ways Bekasi Mengenal Fitur Free Spins dengan Kemunculan Simbol Emas

Mahjong Wins 3 Wilayah Tangerang Mengulas Fenomena Maxwin yang Tidak Terduga

Volatilitas dan Durasi Bermain di Depok Memahami Pengaruh Karakteristik Permainan

Komunitas Serang Berbagi Pengalaman tentang Fitur Scatter Hitam

Starlight Princess di Purwokerto Faktor di Balik Popularitas Fitur Multiplier Besar

Tren Gacor dan RTP Live di Tasikmalaya Membahas Informasi yang Beredar di Komunitas

Mahjong Wins 2 Jambi Mengulas Momen Menegangkan saat Fitur Free Spins Aktif

Mahjong Ways 2 Bengkulu Memahami Kombinasi Simbol dan Mitos tentang Maxwin

Sistem RNG dan Keacakan Simbol pada Game Online Pembahasan dari Cimahi

Tumble Beruntun di Salatiga Memahami Mekanisme Permainan dan Persepsi Kemenangan Besar

informasi terbaru kabupaten belu 00000001

informasi terbaru kabupaten belu 00000002

informasi terbaru kabupaten belu 00000003

informasi terbaru kabupaten belu 00000004

informasi terbaru kabupaten belu 00000005

informasi terbaru kabupaten belu 00000006

informasi terbaru kabupaten belu 00000007

informasi terbaru kabupaten belu 00000008

informasi terbaru kabupaten belu 00000009

informasi terbaru kabupaten belu 00000010

informasi terbaru kabupaten belu 00000011

informasi terbaru kabupaten belu 00000012

informasi terbaru kabupaten belu 00000013

informasi terbaru kabupaten belu 00000014

informasi terbaru kabupaten belu 00000015

informasi terbaru kabupaten belu 00000016

informasi terbaru kabupaten belu 00000017

informasi terbaru kabupaten belu 00000018

informasi terbaru kabupaten belu 00000019

informasi terbaru kabupaten belu 00000020

informasi terbaru kabupaten belu 00000021

informasi terbaru kabupaten belu 00000022

informasi terbaru kabupaten belu 00000023

informasi terbaru kabupaten belu 00000024

informasi terbaru kabupaten belu 00000025

informasi terbaru kabupaten belu 00000026

informasi terbaru kabupaten belu 00000027

informasi terbaru kabupaten belu 00000028

informasi terbaru kabupaten belu 00000029

informasi terbaru kabupaten belu 00000030

informasi terbaru kabupaten belu 00000031

informasi terbaru kabupaten belu 00000032

informasi terbaru kabupaten belu 00000033

informasi terbaru kabupaten belu 00000034

informasi terbaru kabupaten belu 00000035

informasi terbaru kabupaten belu 00000036

informasi terbaru kabupaten belu 00000037

informasi terbaru kabupaten belu 00000038

informasi terbaru kabupaten belu 00000039

informasi terbaru kabupaten belu 00000040

informasi terbaru kabupaten belu 00000041

informasi terbaru kabupaten belu 00000042

informasi terbaru kabupaten belu 00000043

informasi terbaru kabupaten belu 00000044

informasi terbaru kabupaten belu 00000045

informasi terbaru kabupaten belu 00000046

informasi terbaru kabupaten belu 00000047

informasi terbaru kabupaten belu 00000048

informasi terbaru kabupaten belu 00000049

informasi terbaru kabupaten belu 00000050

sumenep cerita perkembangan istilah maxwin percakapan forum mahjong ways

pembaruan grafis pg soft menjadi topik hangat kalangan pengamat digital singaraja

bandung hingga jakarta perjalanan percakapan komunitas mahjong wins indonesia

gianyar mengulas hubungan istilah populer komunitas identitas visual mahjong ways

nuansa asia klasik karya pragmatic play menarik perhatian pengamat kreatif klungkung

bangli membahas kembalinya mahjong wins 3 percakapan simbol naga scatter

amlapura menyoroti perkembangan tampilan grafis mahjong ways 2 sudut pandang desain

forum digital berbagai wilayah indonesia menghidupkan diskusi mahjong ways

badung mengulas alasan scatter hitam mahjong wins 3 memiliki daya tarik visual tersendiri

mataram membandingkan pendekatan pragmatic play pg soft mengolah tema mahjong

komunitas praya menyoroti perubahan pembahasan putaran gratis mahjong ways

selong tren diskusi mahjong wins tengah munculnya game digital baru

kreator konten tanjung mengangkat cerita perkembangan mahjong ways media sosial

sumbawa besar membahas tiga elemen visual mahjong wins 3 ubin emas naga scatter

komunitas digital semarang menelaah pengaruh animasi terhadap identitas game mahjong modern

yogyakarta menjadi sorotan diskusi perpaduan tradisi asia teknologi game

pengamat surabaya mengulas perubahan gaya ilustrasi seri mahjong digital

makassar membahas peran komunitas online menyebarkan tren konten mahjong

medan hingga palembang perbedaan perspektif penggemar terhadap visual mahjong ways

denpasar menyoroti perkembangan narasi budaya asia desain game mahjong kontemporer

sweet bonanza kabupaten pangkajene kepulauan mengenal mekanisme fitur putaran gratis

gates of olympus kabupaten muara enim perpaduan kisah mitologi teknologi animasi modern

lucky neko kota langsa cara simbol tradisional menyesuaikan diri selera generasi digital

wild bandito mahjong ways kabupaten garut perbandingan dua karakter visual berbeda

warga kabupaten lebak mengkaji cara membedakan klaim permainan informasi memiliki bukti

mahjong wins kota tanjungbalai menelaah fungsi simbol membentuk pengalaman visual

mengapa efek cahaya sering muncul fitur bonus pengamatan kabupaten tapanuli utara

lucky neko kabupaten hulu sungai selatan kombinasi karakter animasi ornamen bernuansa emas

gates of olympus kabupaten aceh besar memahami konsep peluang tanpa bergantung ramalan

sweet bonanza kota gorontalo menelusuri peran desain ceria membentuk identitas game

wild bandito kabupaten halmahera utara eksplorasi tema petualangan format interaktif

mahjong pgsoft kabupaten musi banyuasin perubahan pengalaman pengguna saat bermain melalui layar ponsel

princess starlight kota palangka raya mengulas fungsi cahaya elemen penceritaan

lucky neko sweet bonanza perbedaan pendekatan warna membangun identitas desain

warga kabupaten ende menelusuri pengaruh cerita budaya terhadap pembentukan karakter game digital

mengapa pemain lebih mudah mengingat kemenangan besar penjelasan bias ingatan kota madiun

bukan hanya hiburan warga kabupaten bekasi membahas pentingnya memahami batas pengeluaran digital

mahjong ways kabupaten magetan contoh memahami fenomena ilusi pola hasil acak

gates of olympus kota pagar alam menguraikan kesalahpahaman prediksi hasil permainan

warga kabupaten flores timur mengamati pengaruh notifikasi terhadap perhatian pengguna ponsel

sweet bonanza kota sukabumi membahas perbedaan ekspektasi pengguna peluang

wild bandito mahjong wins mengapa perbedaan desain bisa menarik kelompok pengguna beragam

lucky neko kabupaten tanah laut mengkaji simbol keberuntungan perspektif lintas budaya

literasi digital kabupaten sumbawa memahami rtp agar tidak terjebak penafsiran keliru

princess starlight kota tegal menelaah kontribusi tokoh pengalaman hiburan interaktif

news-1701