Hubungi Kami : 0814 1350 4543

Merenungkan Suara Bacaan, Mengikat Kalimat Yang Menjadi Nasehat.

Kolom Corat-Coret, Jakarta-Oktober 2019,- Entah apa yang lebih nyata dari Jakarta. Kota sejuta tanya?, “pokoknya harus cari makan di Jakarta.” Idiom yang rasanya tak asing lagi terdengar. Sudah lumrah begitu.

Merenung akan lebih menggetarkan rasa, mendengar kata-kata yang berpencar, lalu mengikat kalimat yang menjadi nasehat. Serasa ada yang berbicara, “saya tidak menemukan kenikmatan, dalam ketidak-tahuan.” Tak mudah menelisik kritik yang menggelitik bagian penting dari diri, yakni Budi Pekerti. Merenungkan suara bacaan, meredam perdebatan yang tak kunjung terselesaikan. Mengikat kalimat yang menjadi nasehat, katakanlah; Memperjuangkan kehidupan, sebenarnya dikehendaki Tuhan?, dikehendaki diri sendiri?, atau jangan-jangan masalah yang dibikin sendiri.

Self Awarnes, (renungan) bisa menjadi semacam therapy. Mengidentifikasi hal-hal apa saja yang menyebabkan terjadinya kontradiksi pemikiran yang out-putnya adalah kesalahan sosial bukan kesalehan sosial. Kesalehan Sosial ialah mengaplikasikan sikap toleran dalam keseharian dan memberikan kemanfaatan untuk orang lain. Agar kita tidak mengalami Insecure Feeling. Menyalurkan kepedulian, meringankan beban sesama, merajut kembali rasa persaudaraan yang perlahan tergerus zaman.

Menapaki jejak pemikiran ulama-ulama terdahulu memang asyik. Piknik yang menelisik sebab ada nilai intrinsik (harkat). Pengabdian yang tak berasaskan kemakmuran duniawi semata, namun kebutuhan dalam memenuhi sandang, pangan, papan dalam ruang lingkup kehidupan, senantiasa bergandengan mesra dengan nilai-nila spritual. Keberkahan hidup yang menghidupi. Entah apa yang lebih nyata dari Jakarta. Kota Sejuta Tanya?, pokoknya harus cari makan di Jakarta. Konon begitu.

“Kurela pergi pagi pulang pagi
Hanya untuk mengais rejeki
Doakan saja aku pergi
Semoga pulang dompetku terisi
Semoga pulang dompetku terisi
Dan semoga kau tak ngambek lagi”

Jreng-jreng… lirik lagu band terkenal, yang rasa-rasanya tak asing lagi didengar.

Jakarta, Oktober 2019
AMR.

error: Content is protected !!